Selasa, 15 Maret 2016

DEFINITION OF TRANSLATION


Definition of Translation

As the other sciences, found many definition of translation. Various definition reflected expert’s view which made defintion about the truth and process of translation.
The first definition according to Catford:
(Translation is) the replacement of textual material in one language by equivalent textual material in another language (Catford, 1965:20)
You might be wonder because there is not concept about meaning in definition. Meanwhile, the point of translation could not be separate from meaning or idea problem.
Savory (1968) said the truth about translation that reach the concept:
Translation is made possible by an equivalent of thought that lies behind its different verbal expressions.
Savory did not explain more about the operational matters or related process.
Process of translation according to Nida and Taber (1969). They stated:
Translating consists of reproducing in the receptor language the closest natural equivalent of the source language message, first in terms of meaning and secondly in terms of style.
Based on Translation book: Application and Research, Brislin (1976) gives broad limitation term of translation. To her, translation is a transferring of ideas from one language to another. Both of language could be similar, like Sunda language and Java language, could be different, like English language and Bahasa, or even same language but used in different time, like Java language in Majapahit era and Java language in modern era. Unfortunately, in this definition does not imply a good process of translation and a good criteria of translation.

Kamis, 12 November 2015

Conditional sentence

Conditional sentence adalahcomplex sentence (kalimat majemuk) yang dibentuk dari subordinate clause yang diawali dengan subordinate conjunction if berupa condition (syarat) dan main clause berupa result/consequence (hasil).
 
Dalam Bahasa Inggris, Conditional Sentence atau Pengandaian memiliki 3 macam, yaitu:
1. Pengandaian yang digunakan untuk kejadian benar pada
masa kini atau masa yang akan datang.
2. Pengandaian yang tidak benar dimasa kini atau masa
akan datang.
3. Pengandaian yang tidak benar dimasa lalu.
 
Rumus Umum
Secara umum, rumus kalimat pengandaian ini adalah sebagai berikut.
if + condition, result/consequence
 
atau tanpa tanda baca koma:
result/consequence + if + condition
 

 
 
PENGGUNAAN PENGANDAIAN INI MEMILIKI SYARAT-SYARAT TERTENTU:
 

1.   Zero Conditional

Zero conditional atau conditional sentence type 0 adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) daricondition (syarat) selalu terwujud karena merupakan scientific fact(kebenaran ilmiah) atau general truth(kebenaran umum) yang merupakan habitual activity (kebiasaan). Bagian dependent clause (if+clause) dapat diawali oleh kata “if” atau “when“.
           
            Rumus zero conditional adalah sebagai berikut.
 
·         If di awal kalimat:
if/when + condition, result/consequence
if/when + simple present, simple present
 
·         if di tengah kalimat:
 
result/consequence + if/when + condition
simple present + if/when + simple present
 
 
 
2.   Conditional sentence type 1
Conditional sentence type 1 ataufirst conditional adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) daricondition (syarat) memiliki kemungkinan untuk terwujud di masa depan karena condition-nya realistik untuk dipenuhi.
 

Rumus Conditional Sentence Type 1

·         If di awal kalimat:
 
if + condition, result/consequence
 
·         If di tengah kalimat:
 
result/consequence + if + condition
(will + bare infinitive)/imperative + if + simple present

 

Negatif if + condition

Rumus: if…not dapat digantikan dengan unless.

Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 1

  • I will visit Borobudur temple, if I go to Yogyakarta
    (saya akan mengunjungi candi Borobudur, jika saya pergi ke Yogyakarta)
  • I will come to Ani’s party tomorrow, if I have time
    (saya akan datang ke pestanya Ani, jika saya punya waktu)
  • If the weather is fine tomorrow, we will go for a picnic
    (jika cuacanya baik besok, kami akan pergi bertamasya)
  • She will tell you if she knows the answer
    (dia akan memberitahu kamu jika dia tau jawabannya)
  • We will be sleepy if we are tired
    (kami akan mengantuk jika kami lelah)
Unless – If not ( = jika tidak )
Unless digunakan untuk menggantikan if not , untuk pernyataan negatif. Perhatikan perubahan dalam kalimat berikut ini :
  • If you don’t study hard, you will not pass the examination
  • Unless you study hard , you will not pass the examination
    (jika kamu tidak belajar giat , kamu tidak akan lulus ujian)
  • We will be late if we don’t leave now
  • We will be late unless we leave now
    (kami akan telat jika tidak pergi sekarang)
 

3.   Conditional Sentence Type 2

Conditional sentence type 2 atausecond conditional adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) daricondition (syarat) tidak memiliki atau hanya sedikit kemungkinan untuk terwujud karena condition-nya tidak mungkin dipenuhi di masa sekarang (present unreal situation) atau condition-nya sulit untuk dipenuhi di masa depan (unlikely to happen).

Rumus Conditional Sentence Type 2

·         If di awal kalimat:
 
if + condition, result/consequence
if + simple past, would/could/might + bare infinitive
 
·         If di tengah kalimat:
 
result/consequence + if + condition
would/could/might + bare infinitive + if + simple past
 

Negatif if + condition

Rumus: if…not dapat digantikan dengan unless.

Were Menggantikan Was

Pada conditional sentence type 2, were digunakan menggantikan was meskipun subjek yang digunakan merupakan 3rd person pronoun (she, he, it) maupun kata benda tunggal. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pengandaiannya benar-benar hanya berupa khayalan semata karena condition-nya tidak mungkin dipenuhi (present unreal situation).
if + condition, result/consequence
if + S + were, would (could/might) + bare infinitive
 

Inverted Word Order pada Conditional Sentence Type 2

Inverted word order berarti verb muncul sebelum subject. Kondisi ini dapat terjadi dengan menghilangkan kata “if” dan menukar posisi subject dan verb. Contohnya sebagai berikut.
 
Normal
Inverted
If I (S) were (V) the shopkeeper, I would give you discounts.
(Jika saya pemilik toko, saya akan memberimu potongan harga.)
Were (V) I (S) the shopkeeper, I would give you discounts.
 

Contoh Kalimat Conditionan Sentence Type 2 (Present Unreal)

Contoh 1 :
  • We would give you a gift if you got the best score in your class
    (kami akan memberimu hadiah jika kamu mendapatkan nilai yang terbaik di kelasmu)
Faktanya :
  • we don’t give you a gift because you don’t get the best score in your class
    (kami tidak memberimu hadiah karna kamu tidak mendapatkan nilai terbaik di kelasmu)
 
Contoh 2 :
  • I would eat Japanese food if I lived in Japan
    (saya akan memakan makanan Jepang jika saya tinggal di Jepang)
Faktanya :
  • I don’t libe in Japan
    (saya tidak tinggal diJepang)
 
Contoh 3 :
  • If she invited me , I would come to her party
    (jika dia mengundang saya, saya akn pergi ke pestanya.
Faktanya :
  • She doesn’t invite me, so I don’t come to her party
    (dia tidak mengundangku jadi aku tidak datang ke pestanya)
Jika if clause dinyatakan dengan to be , maka kita menggunakan were untuk semua subject.
(I were, You were , She were , etc)
  • If I were rich , I would buy a car
    (jika saya kaya , saya akan membelu mobil)
  • If I were the moon , you would be the star
    (jika saya bulan , kamu akan jadi bintangnya)
 

4.   Pengertian Conditional Sentence Type 3

Conditional sentence type 3 atauthird conditional adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) tidak ada kemungkinan terwujud karenacondition-nya harus sudah dipenuhi di masa lalu.

Rumus Conditional Sentence Type 3

Bagian conditional clause (if + condition) menggunakansubordinate conjunction “if” dan past perfect tense, sedangkan bagian main clause (result) menggunakanperfect modal (modal + have + past participle).
 
Berikut rumus conditional sentence type 3.
 
·         If di awal kalimat:
 
if + condition, result/consequence
if + past perfect, would/should/could/might have + past participle
 
 
·         If di tengah kalimat:
 
result/consequence + if + condition
would/should/could/might have + past participle + if + past perfect
 

Inverted Word Order pada Conditional Sentence Type 3

Inverted word order berarti verb muncul sebelum subject. Kondisi ini dapat terjadi dengan menghilangkan kata “if” dan menukar posisi subject dan verb. Contohnya sebagai berikut.
 
Normal
Inverted
If you (S) had (V) saved your gold in a safety deposit box, it wouldn’t have gone.
(Jika kamu telah menyimpan emasmu disafety deposit box, emasmu tidak akan hilang.)
Had (V) you (S) saved your gold in a safety deposit box, it wouldn’t have gone.
 

Contoh Kalimat Conditional  Sentence Type 3 (Past unreal)

Contoh :
  • If I had seen you yesterday , I would have told to you about it
    (jika aku melihat kamu kemarin , aku akan  menceritakan ke kamu tentang hal itu)
Faktanya :
  • I didn’t see you yesterday
    (aku tidak melihat kamu kemarin )
Contoh :
  • If the weather had been fine yesterday , we would have gone for a swim
    (jika cuaca kemarin baik, kami akan pergi berenang)
Faktanya :
The weather was bad yesterday
(cuaca buruk kemarin)
Contoh :
  • If she had been a bride , I would have been a groom
    (jika dia menjadi penganti perempuannya, aku akan menjadi pengantin prianya)
Faktanya :
She was not a bride so I was not a groom
(dia bukan pengantin perempuannya sehingga aku tidak menjadi pengantin prianya)
Contoh :
  • If I had gone to the concert last night, I would have seen John
    (jika aku pergi ke konser tadi malam, aku akan melihat John)
Faktanya :
I didn’t go to the concert last night
(aku tidak pergi ke konser tadi malam)
Contoh :
  • If she had been mine , I would have been happy
    (jika dia milikku , aku akan bahagia )
Faktanya :
She was not mine so I was not happy
(dia bukan milikki sehingga aku tidak bahagia)
 
 
 

 
 
 
Referensi :